Digital Governance dalam Pengembangan Kompetensi Pendidik: Analisis Implementasi Aplikasi SIPALAWA di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat
DOI:
https://doi.org/10.38035/jemsi.v7i6.8780Keywords:
Tata Kelola Digital, Transformasi Digital, Pengembangan Kompetensi Guru, SIPALAWA, Pelatihan InternalAbstract
Transformasi digital di sektor pendidikan telah mendorong lembaga publik untuk mengadopsi teknologi digital guna meningkatkan tata kelola program pengembangan profesional guru. Salah satu inisiatif yang dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat adalah Sistem Informasi Pelajar Pancawaluya (SIPALAWA), sebuah platform digital yang dirancang untuk mendukung pelaksanaan *In-House Training* (IHT) Pancawaluya melalui integrasi proses pendaftaran, penjadwalan, materi pembelajaran, pelaporan, dan penjaminan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi SIPALAWA sebagai instrumen tata kelola digital bagi pengembangan kompetensi guru di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 257 responden, yang terdiri dari 173 fasilitator dan 84 pengguna di tingkat sekolah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, meliputi frekuensi, persentase, dan skor rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPALAWA mendapatkan penilaian yang sangat positif dari kedua kelompok responden. Fasilitator melaporkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,67, sedangkan pengguna di tingkat sekolah melaporkan skor rata-rata 4,39; keduanya dikategorikan sangat baik. Responden menilai bahwa SIPALAWA memfasilitasi pelaksanaan tugas, penjadwalan kegiatan, proses pelaporan, serta penjaminan mutu kegiatan IHT Pancawaluya. Selain itu, sebagian besar fasilitator melaporkan bahwa aplikasi tersebut tidak menambah beban kerja mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa SIPALAWA berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas layanan, efisiensi administrasi, akuntabilitas pelaporan, dan pengelolaan data dalam program pengembangan kompetensi guru. Oleh karena itu, SIPALAWA dapat dianggap sebagai inisiatif tata kelola digital yang mendukung transformasi tata kelola pengembangan profesional guru di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
References
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340. https://doi.org/10.2307/249008
Heeks, R. (2006). Implementing and managing e-government: An international text. SAGE Publications.
Indrajit, R. E. (2006). Electronic government: Strategi pembangunan dan pengembangan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital. Andi Offset.
Janowski, T. (2015). Digital government evolution: From transformation to contextualization. Government Information Quarterly, 32(3), 221–236. https://doi.org/10.1016/j.giq.2015.07.001
Mergel, I., Edelmann, N., & Haug, N. (2019). Defining digital transformation: Results from expert interviews. Government Information Quarterly, 36(4), 101385. https://doi.org/10.1016/j.giq.2019.06.002
Mulyasa, E. (2022). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). OECD digital education outlook 2023: Towards an effective digital education ecosystem. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/c74f03de-en
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2024). Digital government policy framework. OECD Publishing.
Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sekretariat Negara Republik Indonesia.
Sedarmayanti. (2018). Reformasi administrasi publik, reformasi birokrasi, dan kepemimpinan masa depan. Refika Aditama.
UNESCO. (2023). Global education monitoring report 2023: Technology in education: A tool on whose terms? UNESCO Publishing.
Venkatesh, V., Morris, M. G., Davis, G. B., & Davis, F. D. (2003). User acceptance of information technology: Toward a unified view. MIS Quarterly, 27(3), 425–478. https://doi.org/10.2307/30036540.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syarif Hendriana, Iwan Kurniawan Subagja, Azis Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (JEMSI).







































































