Dekonstruksi dan Relevansi Prinsip Sovereign equality dalam Piagam PBB di Tengah Evolusi Hegemoni dan Rivalitas Geopolitik Global
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i3.8070Keywords:
Sovereign equality, Piagam PBB, Geopolitik, Hegemoni, Hukum InternasionalAbstract
Prinsip sovereign equality (kesetaraan kedaulatan) sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) Piagam PBB merupakan fondasi hukum internasional yang menjamin kedudukan hukum setara bagi setiap negara. Namun, dinamika geopolitik global tahun 2026 menunjukkan adanya fragmentasi tatanan dunia yang dipicu oleh evolusi hegemoni dan rivalitas kekuatan besar (great power competition). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi prinsip kesetaraan kedaulatan di tengah fenomena balance of power yang cenderung mengabaikan mekanisme multilateral. Menggunakan metode yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa terjadi kesenjangan antara norma de jure Piagam PBB dengan praktik de facto hubungan internasional. Negara-negara besar secara sistematis menggunakan instrumen hukum dan ekonomi untuk mempertahankan dominasi, yang berdampak pada melemahnya otoritas Dewan Keamanan PBB dan kedaulatan negara-negara berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun prinsip sovereign equality tetap krusial sebagai legitimasi hukum, efektivitasnya terancam oleh realisme politik yang memprioritaskan aliansi eksklusif (minilateralism) daripada konsensus global. Oleh karena itu, diperlukan reformasi struktural pada tata kelola PBB untuk mereduksi ketimpangan kekuasaan guna mengembalikan martabat hukum internasional.
References
Brookings Institution. 2023. “Geopolitical Rivalry and the Future of Global Governance”.
Council on Foreign Relations. 2024. “Great Power Competition in the 21st Century”.
Darmodiharjo, D., & Shidarta. (2006). Pokok-Pokok Filsafat Hukum: Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Deklarasi tentang Prinsip-Prinsip Hukum Internasional mengenai Hubungan Persahabatan dan Kerja Sama Antarnegara sesuai dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN General Assembly Resolution 2625 (XXV)), 1970.
Huala Adolf. (2014). Hukum Penyelesaian Sengketa Internasional. Jakarta: Sinar Grafika.
I Wayan Parthiana. Hukum Pidana Internasional. Bandung: Yrama Widya, 2006.
Itasari, E. R. (2015). Memaksimalkan Peran Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia 1976 (TAC) Dalam Penyelesaian Sengketa di ASEAN. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 1(1).
Itasari, E. R. (2020). Border Management Between Indonesia And Malaysia In Increasing The Economy In Both Border Areas. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 6(1), 219-227.
Joni Emirzon. (2016). Hukum Internasional Publik: Sebuah Pengantar. Palembang: Unsri Press.
Kelsen, Hans. 1952. Principles of International Law. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Konvensi Wina tentang Hukum Perjanjian (Vienna Convention on the Law of Treaties), 1969.
Kusumaatmadja, M., & Agoes, E. R. (2010). Pengantar Hukum Internasional. Bandung: Alumni.
Mangku, D. G. S. (2010). Pelanggaran terhadap Hak Kekebalan Diplomatik (Studi Kasus Penyadapan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon Myanmar berdasarkan Konvensi Wina 1961). Perspektif, 15(3).
Mangku, D. G. S. (2012). Suatu Kajian Umum Tentang Penyelesaian Sengketa Internasional. Jurnal Perspektif, 17(1).
Mangku, D. G. S. (2012). Suatu Kajian Umum tentang Penyelesaian Sengketa Internasional Termasuk di Dalam Tubuh ASEAN. Perspektif, 17(3).
Mangku, D. G. S. (2017). Penerapan Prinsip Persona Non Grata (Hubungan Diplomatik Antara Malaysia dan Korea Utara). Jurnal Advokasi, 7(2), 135-148.
Mangku, D. G. S. (2018). Legal Implementation On Land Border Management Between Indonesia And Papua New Guinea According to Stephen B. Jones Theory. Veteran Law Review, 1(1), 72-86.
Mangku, D. G. S. (2020). Implementation Of Technical Sub Committee Border Demarcation And Regulation (TSC-BDR) Agreement Between Indonesia-Timor Leste In The Resolution Of The Land Border Dispute. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 8(3), 405-419.
Mangku, D. G. S., & Itasari, E. R. (2015). Travel Warning in International Law Perspective. International Journal of Business, Economics and Law, 6(4).
Mangku, DGS, Yuliartini, NPR, Dewi, & Arta. (2022). Disclosure of crime cases through CCTV: How does technology help police performance? AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104107
Mangku, DGS, Yuliartini, NPR, Ruslan, R., Menteiro, S., & Surat, D. (2022). The Position of Indigenous People in the Culture and Tourism Developments: Comparing Indonesia and East Timor Tourism Law and Policies. Journal of Indonesian Legal Studies , 7 (1).
Marzuki, Peter Mahmud. (2017). Penelitian Hukum: Edisi Revisi. Jakarta: Prenada Media.
Perserikatan Bangsa-Bangsa. 2024. “Sovereign equality of States in International Law”.
Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Charter), 1945.
Sefriani. (2016). Hukum Internasional: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Shaw, M. N. (2017). International Law (8th ed.). Cambridge: Cambridge University Press. (Dirujuk dalam bahasan mengenai fondasi prinsip kesetaraan negara).
Shaw, Malcolm N. 2017. Hukum Internasional. Edisi ke-8. Cambridge: Cambridge University Press.
Starke, J. G. (2012). Pengantar Hukum Internasional. Jakarta: Sinar Grafika.
Statuta Mahkamah Internasional (Statute of the International Court of Justice), 1945.
Tarmizi. (2019). Teori dan Praktik Hukum Internasional dalam Hubungan Global. Jakarta: Prenadamedia Group.
United Nations General Assembly. 2023. “Charter of the United Nations”.
Waltz, Kenneth N. 1979. Theory of International Politics. New York: McGraw-Hill.
Yuliartini, N. P. R. (2016). Eksistensi Pidana Pengganti Denda Untuk Korporasi Dalam Pembaharuan Hukum Pidana Indonesia. Jurnal IKA, 14(1).
Yuliartini, N. P. R. (2019). Legal Protection For Victims Of Criminal Violations (Case Study Of Violence Against Children In Buleleng District). Veteran Law Review, 2(2), 30-41.
Yuliartini, N. P. R. (2020). Prinsip-Prinsip Hukum Internasional dalam Hubungan Antar Negara. Jurnal Komunikasi Hukum, 6(2).
Yuliartini, N. P. R., & Mangku, D. G. S. (2019). Tindakan Genosida terhadap Etnis Rohingya dalam Perspektif Hukum Pidana Internasional. Majalah Ilmiah Cakrawala Hukum, 21(1), 41-49.
Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Darayani, NMC (nd-a). (2022) he cyberporn and its challenges for information and electronic transactions law. AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104238
Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Darayani, NMC (nd-b). (2022) Optimization of the Buleleng Cyber Patrol Task Force in Combating Cyber Pornography in Singaraja City. AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104237
Yuliartini, NPR, Mangku, DGS, & Yasa, IWB (2022). The utilization of digital technology for rehabilitation of drug users by SADAR application: A creative breakthrough for the victims of drug abuse in Buleleng Regency. AIP Conference Proceedings . https://doi.org/https://doi.org/10.1063/5.0104236.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 I Putu Sukrawan, Dewa Gede Sudika Mangku, Ni Putu Rai Yuliartini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.













































