Perlindungan Hukum terhadap Inferred data dalam Automated Decision-Making: Studi Perbandingan GDPR dan UU PDP
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8347Keywords:
Inferred Data, Perlindungan Data Pribadi, GDPR, UU PDP, Automated Decision-MakingAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan dan sistem automated decision-making (ADM) mendorong penggunaan inferred data yang memungkinkan pembentukan profil individu tanpa keterlibatan langsung subjek data. Praktik ini menimbulkan risiko terhadap hak individu, termasuk diskriminasi algoritmik dan kurangnya transparansi. Namun, belum ada kajian yang secara spesifik membandingkan perlindungan inferred data dalam kedua rezim ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi inferred data dalam kerangka GDPR serta menilai pengaturan perlindungannya dalam Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GDPR mengklasifikasikan inferred data sebagai data pribadi melalui definisi luas serta mengaturnya dalam rezim profilingdan ADM yang disertai perlindungan hak subjek data yang komprehensif. Sebaliknya, UU PDP belum mengatur inferred data secara eksplisit dan masih bergantung pada pendekatan umum, sehingga menimbulkan kesenjangan normatif dalam perlindungan terhadap risiko yang timbul dari ADM. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan pengaturan inferred data dalam UU PDP guna menjamin kepastian dan efektivitas perlindungan hukum.
References
Abrams, M. (2014). The Origins of Personal Data and its Implications for Governance. Social Science Research Network, 1–12. https://doi.org/10.2139/ssrn.2510927
Agustina, W., & Wiraguna, S. A. (2025). Upaya Perlindungan Hukum Hak Privasi Terhadap Data Pribadi dari Kejahatan Peretasan. Jurnal Rechten : Riset Hukum dan Hak Asasi Manusia, 2(6), 117–127. https://doi.org/10.52005/rechten.v4i2.98
Andini, K. (2026). Implikasi Yuridis Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi terhadap Model Bisnis Digital di Indonesia. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 9400–9414.
Attamongkol, T., & Putra, E. N. (2025). Data Protection in Thailand and Indonesia: Struggling and Striving for European-Like Privacy. Social Science Research Network, 1–33. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.5341565
Barn, B. S. (2020). Mapping The Public Debate On Ethical Concerns: Algorithms In Mainstream Media. Journal of Information, Communication and Ethics in Society, 18(1), 124–139. https://doi.org/https://doi.org/10.1108/JICES-04-2019-0039
Choroszewicz, M. (2026). Positioning public sector practitioners as ‘moral crumple zones’: Mechanisms in the early use of generative AI work support tools. Government Information Quarterly, 42(2), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.giq.2026.102128
Custers, B., & Vrabec, H. (2024). Tell Me Something New Data Subject Rights Applied to Inferred data and Profiles. Computer Law & Security Review: The International Journal of Technology Law and Practice, 52, 1–14. https://doi.org/10.1016/j.clsr.2024.105956
Dham, V., Rai, K., & Soni, U. (2021). Mental Stress Detection Using Artificial Intelligence Models. Journal of Physics: Conference Series, 1950, 1–10. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1950/1/012047
Guidelines on the Right to Data Portability. (2017). https://ec.europa.eu/newsroom/dae/redirection/document/44099
Häuselmann, A., & Custers, B. (2024). The Right to Rectification and Inferred Personal Data. European Journal of Law and Technology, 15(3).
Holtz, H. M., & Ledendal, J. (2026). AI Data Governance-Overlaps between the AI Act and the GDPR. Law, Innovation and Technology, 18(6), 1–30. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/17579961.2026.2633677
Kosinski, M., Stillwell, D., & Graepel, T. (2013). Private Traits and Attributes are Predictable From Digital Records of Human Behavior. Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A, 110(15), 2–5. https://doi.org/10.1073/pnas.1218772110
Li, L., Wang, J., Wang, X., Peng, P., Shen, J., Zhu, H., & Zhang, Z. (2025). Big Data And Data Science In Global Governance: Anticipating Future Needs And Applications In The UN And Beyond. Front. Polit, 7, 1–25. https://doi.org/10.3389/fpos.2025.1583772
Matsumi, H., & Solove, D. J. (2024). The Prediction Society: AI and The Problems of Forecasting The Future. GWU Legal Studies Research Paper, 1, 1–62. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.2139/ssrn.4453869
Parluhutan, D. (2021). Analisis Hukum Kompetisi terhadap “Big Data” dan Doktrin “Essential Facility” dalam Transaksi Mergerdi Indonesia. Jurnal Persaingan Usaha, 1(1), 84–97.
Party, A. 29 D. P. W. (2018). Guidelines on Automated Individual Decision-Making and Profilingfor the Purposes of Regulation 2016/679. https://ec.europa.eu/newsroom/article29/items/612053
Pradana, M. A. E., & Saragih, H. (2024). Prinsip Akuntabilitas dalam Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Terhadap GDPR dan Akibat Hukumnya. Innovative Journal of Social Science Research, 4(4), 3412–3425.
Sitorus, R., Saragih, J. Z. F., & Banke, R. (2025). Kendala Pelaksanaan Perlindungan Data Pribadi. Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum, 5(1), 54–61. https://doi.org/10.56128/jkih.v4i3.402
Tamim, J. (2024). The Brussels Effect and the GDPR: EU Institutions as Catalysts for Global Data Protection Norms. In European Digital Policy Initiative (EDPI). https://doi.org/10.13140/RG.2.2.28132.59529
Wachter, S., & Mittelstadt, B. (2019). A Right to Reasonable Inferences: Re-Thinking Data Protection Law in the Age of Big Data and AI. Columbia Business Law Review, 2, 1–85. https://doi.org/10.31228/osf.io/mu2kf
Wahyuningtyas, S. Y. (2024). Implikasi Algorithmic Decision-Making (ADM) Terhadap Otonomi Subyek Data dan Legalitasnya Dalam Pemrosesan Big Data. Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan, 9(2), 150–189. https://doi.org/10.25170/paradigma.v9i2.5890
Wiedemann, K. (2022). Profilingand (Automated) Decision Making Under the GDPR: A Two-Step Approach. Computer Law & Security Review, 45(1), 1–17. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.clsr.2022.105662
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Adela Oktaviani Putri, Sekar dwiyanti, Nur Azmi Azis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.













































