Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mengatasi Kekerasan Rumah Tangga di Kota Bekasi

Authors

  • Aula Mumtaz Nabila Universitas Islam Jakarta, Indonesia
  • Siti Miskiah Universitas Islam Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8482

Keywords:

Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Kota Bekasi, Hukum Islam

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan terus menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Kota Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam menangani kasus kekerasan rumah tangga, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi serta menelaah pandangan hukum Islam terhadap fenomena tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinas terkait memiliki peran strategis dalam pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban melalui program konseling, pemberdayaan ekonomi, dan pendampingan hukum. Faktor pendukung meliputi komitmen pemerintah daerah, dukungan regulasi, dan keterlibatan masyarakat, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta masih kuatnya stigma sosial. Dari perspektif hukum Islam, kekerasan dalam rumah tangga dipandang sebagai perbuatan yang bertentangan dengan prinsip kasih sayang dan tujuan syariah. Kesimpulannya, peran dinas sangat penting dalam membangun sistem perlindungan yang komprehensif bagi korban sekaligus memperkuat nilai-nilai keadilan sosial.

References

Al-Qahtani, M. S., & Hamdan, H. (2025). Domestic violence protection laws in Saudi Arabia, United Arab Emirates, Kuwait: A maqāṣid-based study in the context of modernist discourse. Journal of College of Sharia and Islamic Studies, 43(1). https://doi.org/10.29117/jcsis.2025.5902

Amel Barez, M., Mirzaii Najmabadi, K., Latifnejad Roudsari, R., Mosavi Bazaz, M., & Babazadeh, R. (2023). "Family and society empowerment": A content analysis of the needs of Iranian women who experience domestic violence during pregnancy—A qualitative study. BMC Women's Health, 23(1), 381. https://doi.org/10.1186/s12905-023-02525-7

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dwiputri, I. N., & Widodo, T. (2024). Diffusion of policy to address violence against women: Implementation evidence from Indonesia. Politics & Gender, 20(2), 1–28. https://doi.org/10.1017/S1743923X24000175

Fitz-Gibbon, K., Meyer, S., & Maher, J. (2025). The impact of domestic violence on children: Challenges and opportunities for child protection responses. Journal of Family Violence. https://doi.org/10.1007/s10896-025-00955-5

Ghoshal, R., Patil, P., Gadgil, A., Nathani, P., Bhandarkar, P., Kale, D. B., & Roy, N. (2023). Does women empowerment associate with reduced risks of intimate partner violence in India? Evidence from National Family Health Survey-5. PLOS ONE, 18(11), e0293448. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0293448

Habibah, N., Firdausi, A., & Riyadi, M. M. (2025). Reframing women's rights and the prohibition of domestic violence in the Qur'an: A maqāṣid-based hermeneutical framework for family justice. Al Furqan: Jurnal Ilmu Al Quran dan Tafsir, 8(1). https://doi.org/10.58518/alfurqon.v8i1.4218

Hasan, M. M., Ahmed, S., Rahman, M., & Akter, S. (2022). Stronger laws to stop violence against women in Southeast Asia. The Lancet Regional Health – South-East Asia, 7, 100090. https://doi.org/10.1016/j.lansea.2022.100090

Kabeer, N. (2020). Women's empowerment and economic development: A feminist critique of storytelling practices in "randomista" economics. Feminist Economics, 26(2), 1–26. https://doi.org/10.1080/13545701.2020.1743338

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2022). Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2021. Kementerian PPPA.

Kourti, A., Stavridou, A., Panagouli, E., Psaltopoulou, T., Tsolia, M., Sergentanis, T. N., & Tsitsika, A. (2023). Psychological complications of children exposed to domestic violence: A systematic review. Egyptian Journal of Forensic Sciences, 13(1), 26. https://doi.org/10.1186/s41935-023-00343-4

Mas'udah, S. (2021). Power relations of husbands and wives experiencing domestic violence in dual-career families in Indonesia. Millennial Asia, 13(2), 248–271. https://doi.org/10.1177/09763996211039730

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Noer, K. U., Chadijah, S., & Rudiatin, E. (2021). Institutional and sociocultural barriers to reporting domestic violence in Indonesia. Asian Journal of Social Science, 49(3), 187–195. https://doi.org/10.1016/j.ajss.2021.03.005

Paul, T., & Karmakar, S. (2024). Domestic violence against women in India: Does empowerment matter? Journal of Sociology, 60(1), 215–234. https://doi.org/10.1177/00219096221143123

Pratiwi, A., Kusumawati, A., & Hapsari, R. (2023). Socioeconomic differences of intimate partner violence among married women in Indonesia: Does poverty matter? Indian Journal of Community Medicine, 48(2), 298–304. https://doi.org/10.4103/ijcm.ijcm_212_22

Quraish Shihab, M. (2022). Wawasan Al-Qur'an: Tafsir maudhu'i atas pelbagai persoalan umat (Edisi Baru). Lentera Hati.

Rahmatika, D., Wibowo, A., & Qodir, Z. (2023). Examining domestic violence from the lens of Islamic law: A maqasid analysis. Justicia Islamica: Jurnal Kajian Hukum dan Sosial, 6(2), 152–171. https://doi.org/10.21154/justicia.v6i2.5822

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 95.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Lembaran Negara RI Tahun 2014 Nomor 297.

Republik Indonesia. (2022). Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Lembaran Negara RI Tahun 2022 Nomor 120.

Sharifnia, A. M., Bulut, H., Ali, P., & Rogers, M. (2024). Muslim women's experiences of domestic violence and abuse: A meta-ethnography of global evidence. Trauma, Violence, & Abuse, 25(3), 1–18. https://doi.org/10.1177/15248380241260432

Tumbelaka, P., Tran, N., Karmarkar, E., Bulu, S., & Kismodi, E. (2024). Adaptation of the RESPECT framework to prevent violence against women, Indonesia. Bulletin of the World Health Organization, 102(9), 647–654. https://doi.org/10.2471/BLT.23.290700

UN Women. (2022). Measuring the shadow pandemic: Violence against women during COVID-19. UN Women.

World Health Organization. (2021). Violence against women prevalence estimates, 2018: Global, regional and national prevalence estimates for intimate partner violence against women and global and regional prevalence estimates for non-partner sexual violence against women. WHO Press.

Downloads

Published

2026-06-20

How to Cite

Nabila, A. M., & Miskiah, S. (2026). Sinergi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam Mengatasi Kekerasan Rumah Tangga di Kota Bekasi. Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik, 6(4), 3179–3186. https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8482