Konstruksi Etika Politik Pancasila: Nilai Ketuhanan sebagai Kontrol Transenden terhadap Praktik Politik di Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.38035/jihhp.v6i4.8603Keywords:
Etika Politik, Pancasila, Nilai Ketuhanan, Kontrol TransendenAbstract
Maraknya praktik korupsi struktural dan perumusan kebijakan yang bersifat elitis di Indonesia mencerminkan adanya krisis orientasi moral dalam penyelenggaraan kekuasaan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengelaborasi landasan konseptual nilai Ketuhanan sebagai basis etika politik Pancasila dalam mengendalikan penyimpangan praktik perpolitikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara etika dan agama mampu membentuk moralitas kekuasaan yang kokoh melalui penggabungan kerangka rasionalitas dan nilai spiritualitas transenden. Nilai Ketuhanan dalam Sila Pertama Pancasila bertransformasi menjadi instrumen kontrol transenden yang mewajibkan akuntabilitas ganda bagi aktor politik, yakni pertanggungjawaban horizontal kepada rakyat dan vertikal kepada Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konstruksi etika politik berbasis Ketuhanan sangat fundamental untuk memitigasi patologi politik melalui internalisasi moralitas yang inklusif, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan mampu melindungi martabat seluruh lapisan masyarakat.
References
Aji, W. T. (2024). Dasar-dasar etika politik Franz Magnis Suseno. Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosia, 3(4), 174–192. hhttps://doi.org/10.55606/jhpis.v3i4.4325
Amin, R. I., Dewi, R. U., & Satrio, T. (2020). Omnibus law antara desiderata dan realita. Jurnal Hukum: Samudra Keadilan, 15(2), 190–209. https://doi.org/10.33059/jhsk.v15i2.2729
Bertens, K. (2007). Etika (10th ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Castle, J. J., & Schoettmer, P. L. (2019). Secularism and politics. Oxford Research Encyclopedia of Politics. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190228637.013.663
Dewi, M. N. K., & Basri, A. (2023). Indonesia’s omnibus law and protection of labor rights. Amsir: Law Jurnal, 5(1). https://doi.org/10.36746/alj.v5i1.309
Djakfar, M. (2006). Agama, moral, dan etika: Perspektif dialektika dan implikasinya dalam ekonomi. El Harakah Jurnal Budaya Islam, 8(1). https://doi.org/10.18860/el.v8i1.4611
Ernita, T., Suyato, & Sari, Y. (2025). Etika anti korupsi dan integritas kehidupan politik. Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 8(4), 249–260. https://doi.org/10.37329/ganaya.v8i4.5021
Habermas, J. (2008). Notes on post-secular society. New Perspectives Quarterly, 25(4), 17–29. https://doi.org/10.1093/acrefore/9780190228637.013.663
Hariantati, R. (2003). Etika politik dalam negara demokrasi. Demokrasi, 2(1), 57–68. https://www.neliti.com/publications/241232/etika-politik-dalam-negara-demokrasi#cite
Kamalludin, I., Pratami, B. D., Umar, A. J., & Yanuar, I. M. (2025). Harmony of Pancasila values and the principle of religious moderation in criminal law reform in Indonesia. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 5(2), 153–165. https://doi.org/10.52738/pjk.v5i2.577
Kamaruddin. (2013). Dimensi sila “ketuhanan yang maha esa” dalam perspektif ham islam. In Right: Jurnal Agama Dan Hak Asasi Manusia, 3(1), 163–178. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/inright/article/view/1258
Kompas. (2025). Klasemen liga korupsi Indonesia per juni 2025, terbaru kasus wilmar Rp 11,8 triliun. https://www.kompas.com/tren/read/2025/06/18/064500165/klasemen-liga-korupsi-indonesia-per-juni-2025-terbaru-kasus-wilmar-rp-118?page=all
Launay, R. (2022). Defining religion : Durkheim and Weber compared. Religions, 13(89), 1–13. https://doi.org/10.3390/rel13020089
Maulida, F. (2023). The concept of political ethics in Islam: A hadith perspective of shahih bukhari and shahih muslim. Journal of Qur’an and Hadis Studies, 4(2), 198–212. https://doi.org/10.28918/aqwal.v4i2.1901
Mietzner, M., & Muhtadi, B. (2018). Explaining the 2016 islamist mobilisation in Indonesia: Religious intolerance, militant groups and the politics of accommodation. Asian Studies Review, 42(3), 479–497. https://doi.org/10.1080/10357823.2018.1473335
Montang, R. D. (2025). Understanding the relationship between theology and religion, ethics, and philosophy. Eirene, 10(1), 122–135. https://ojs.ukip.ac.id/index.php/eirene_jit/article/view/323
Nasution, D., & Afridah. (2025). Sayyed hossein nasr: Ethics and morality in islamic economics. JSE: Jurnal Sharia Economica, 4(2), 222–230. https://doi.org/10.46773/jse.v4i1
Nizar. (2017). Hubungan etika dan agama dalam kehidupan sosial. Jurnal Arajang, 1(1), 27–35. https://www.neliti.com/publications/231177/hubungan-etika-dan-agama-dalam-kehidupan-sosial
Nizar, M., & Taufik, M. (2024). Hubungan agama dan etika. Journal of Global Humanistic Studies, 2(3), 1–10. https://philosophiamundi.id/index.php/philosophia/article/view/51
Pureklolon, T. T. (2020a). Pancasila sebagai etika politik dan hukum negara Indonesia. Law Review, 20(1), 71–86. https://doi.org/10.19166/lr.v20i1.2549
Pureklolon, T. T. (2020b). Perilaku Politik. Pustaka Obor Indonesia.
Qorib, M., & Zaini, M. (2020). Integrasi Etika dan Moral. Bildung.
Suseno, F. M. (1987). Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. PT. Kanisius.
Suseno, F. M. (2024). Etika politik prinsip moral dasar kewaganegaraan modern (13th ed.). Gramedia Pustaka Utama.
Tafdilaa, A., & Setyaningsih, E. (2025). Analisis konsep keadilan dalam filsafat politik islam. Jurnal Media Akademik, 3(8), 1–9.
Wallis, W. D., Baciocchi, S., Théron, F., & Wallis, W. D. (2018). Durkheim’s View of Religion.
Wardah. (2023). Pentingnya pola komunikasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi peserta didik sekolah dasar. Jurnal Dunia Pendidikan, 4(1), 145–154. https://doi.org/10.55081/jurdip.v4i1.1467
Yanto, D. (2017). Etika politik pancasila. Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan, 15(27), 23–28. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/ittihad/article/view/1596
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Roul Alvaro Prasetyo, Sunarso Sunarso, Wuri Handayani, Ariani Songli

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JIHHP.












































