Pengaruh Waktu Tunggu Truk, Waktu Tunggu Operator Crane, dan Box Crane Hour terhadap Berth Occupancy Ratio dengan Variabel Perantara Berthing Time Studi Kasus Terminal Gamma Pelabuhan Tanjung Priok

Authors

  • Farras Barzani Firdausi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia
  • Dimas Rizky Kusmayadi Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia
  • Yana Tatiana Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia
  • Fausta Ari Barata Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia
  • Nashrullah Nashrullah Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.8148

Keywords:

Truck Waiting Time, Crane Operator Waiting Time, Box Crane Hour, Berthing Time, Berth Occupancy Ratio

Abstract

Penelitian dilakukan dengan judul “Pengaruh Waktu Tunggu Truk, Waktu Tunggu Operator Crane, dan Box Crane Hour Terhadap Berth Occupancy Ratio dengan Variabel Perantara Berthing Time Studi Kasus Terminal Gamma Pelabuhan Tanjung Priok”. Penelitian akan dilakukan di Terminal Gamma Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh Truck Waiting Time, Crane Operator Waiting Time, dan Box Crane Hour (BCH) terhadap Berth Occupancy Ratio (BOR) dengan Berthing Time sebagai variabel perantara pada Terminal Gamma, Pelabuhan Tanjung Priok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder operasional bulanan periode Januari 2021 sampai dengan Juli 2025 sebanyak 55 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan path analysis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model pertama, Truck Waiting Time berpengaruh negatif terhadap Berthing Time sedangkan Crane Operator Waiting Time berpengaruh positif dan signifikan terhadap Berthing Time. Sementara itu, BCH berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Berthing Time. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap Berthing Time. Pada model kedua, Berthing Time berpengaruh signifikan terhadap BOR, adapun Truck Waiting Time tidak berpengaruh signifikan terhadap BOR. Lebih lanjut, Crane Operator Waiting Time menunjukkan pengaruh yang mendekati signifikan dan BCH tidak berpengaruh signifikan terhadap BOR. Secara simultan, model kedua signifikan terhadap BOR.

References

Barata, F. A., Ricardianto, P., Mulyana, A., Perwitasari, E. P., Arubusman, D. A., Purwoko, H., & Endri, E. (2022). Berthing time in the port of Tanjung Priok, Jakarta, Indonesia. Uncertain Supply Chain Management, 10(4), 1387–1396. https://doi.org/10.5267/j.uscm.2022.6.018

Bozarth, C. B., & Handfield, R. B. (2015). Operations and supply chain management (4th ed.). Pearson Education.

Chopra, S., & Meindl, P. (2022). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and Operation. 7th Edition. Pearson Education.

Christopher, M. (2016). Logistics & supply chain management (5th ed.). Pearson Education.

Danang, D., & Santoso, A. (2020). Analisis Produktivitas Bongkar Muat Kapal di Terminal Petikemas dengan Berbagai Teknologi Crane. Journal of Port Management, 18(2), 84-101.

Duryadi, M. (2025). Model Analisis Jalur (Path Analysis): Penelitian Teologi Terapan Kausalitas Kuantitatif. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 3(4), 151-169.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2022). Laporan tahunan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

Lai, K., & Yang, D. (2024). Maritime logistics. In J. Sarkis (Ed.), The Palgrave handbook of supply chain management (pp. xxx–xxx). Palgrave Macmillan. https://doi.org/10.1007/978-3-031-19884-7_83

Muis, A., Heryandri, K., Bimarso, W., Saribanon, E., & Kumalasari, S. D. (2024). Analisis Kondisi Kran Kapal, Jumlah Trucking dan Waktu Kerja di Gudang Penerima terhadap Tingginya Berthing Time Kapal. Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS), 5(2).https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i2

Notteboom, T., & Haralambides, H. (2020). The Economics of Port Productivity. Maritime Economics and Logistics, 22(3), 219-238.

Putra, A. D. T., & Sahara, S. (2023). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi waktu tunggu kapal (waiting time) kapal di Pelabuhan Tanjung Wangi. EKONOMIKA45: Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi Bisnis, Kewirausahaan, 10(2), 478-487

Putra, P., & Sahara, N. (2023). Indikator Waktu Sandar Kapal di Pelabuhan Tanjung Wangi: Studi Kasus dan Solusi Pengurangan Waktu Tunggu Kapal. Jurnal Logistik Maritim, 10(1), 50-67.

Ricardianto, P., Suhalis, A., & Sirait, D. P. (2018). Integrasi antara dwelling time dan bongkar muat peti kemas Pelabuhan Tanjung Priok. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik, 5(3). https://doi.org/10.25292/j.mtl.v5i2.237

Santoso, P. B., Armono, H. D., Saut Gurning, R. O., & Cahyagi, D. (2025, March). Factors Influencing Ship Berthing Scheduling for Enhancing Container Terminal Productivity in Sustainable Operations. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1473, No. 1, p. 012018). IOP Publishing.

Slack, N., Chambers, S., & Johnston, R. (2017). Operations management (6th ed.). Pearson Education.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Syayuti, F., Thamrin, M., Majid, S. A., Sihombing, S., & Liana, E. (2023). Produktivitas terminal dan kinerja operasional di Pelabuhan Tanjung Priok. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), 10(2). https://journal.itltrisakti.ac.id/index.php/jmtranslog

Wicaksono, A., & Kusuma, H. (2021). Manajemen Antrean Truk di Pelabuhan dan Dampaknya terhadap Waktu Tunggu dan Produktivitas Bongkar Muat. Jurnal Manajemen Transportasi, 14(3), 22-38.

Wiranata, A.D.W., Sudirman, & Setiono, B.A. (2021). Analisis Berthing Time terhadap Kinerja Pelayanan Bongkar Muat Curah Kering. Jurnal Aplikasi Pelayaran dan Kepelabuhanan, 12(1), https://doi.org/10.30649/japk.v12i1.75

Published

2026-04-18

How to Cite

Farras Barzani Firdausi, Dimas Rizky Kusmayadi, Yana Tatiana, Fausta Ari Barata, & Nashrullah, N. (2026). Pengaruh Waktu Tunggu Truk, Waktu Tunggu Operator Crane, dan Box Crane Hour terhadap Berth Occupancy Ratio dengan Variabel Perantara Berthing Time Studi Kasus Terminal Gamma Pelabuhan Tanjung Priok. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 7(4), 938–952. https://doi.org/10.38035/jimt.v7i4.8148