Multi Criteria Decision Making (MCDM) untuk Pemilihan Alternatif Proyek Skema SKD: Studi Kasus Perusahaan Manufaktur di Indonesia

Authors

  • Faridzky Adhi Baskara Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia
  • Udisubakti Ciptomulyono Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jimt.v7i6.9517

Keywords:

Industri otomotif, Multi-Criteria Decision Making (MCDM), Analytical Hierarchy Process (AHP), PROMETHEE II, Project 1*5D

Abstract

Perubahan iklim mendorong industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan rendah emisi melalui penerapan teknologi dan sistem manufaktur yang lebih berkelanjutan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Project 1*5D, yaitu proyek perakitan kendaraan rendah emisi dengan skema Semi Knocked Down (SKD) dan target Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%. Dalam implementasinya, pemilihan lokasi assembly line dan final test menjadi permasalahan pengambilan keputusan multikriteria yang harus mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan operasional secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan menentukan alternatif lokasi assembly line dan final test terbaik pada Project 1*5D menggunakan pendekatan Multi-Criteria Decision Making (MCDM) melalui integrasi metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE). Metode AHP digunakan untuk menentukan bobot kepentingan setiap kriteria berdasarkan penilaian para ahli, sedangkan metode PROMETHEE digunakan untuk mengevaluasi dan memeringkat alternatif berdasarkan bobot tersebut. Kriteria yang digunakan meliputi Driving Range, Vehicle Quality, MP Management, Cost, Equipment/Layout Modification, Part Handling, dan Space Availability. Data penelitian diperoleh melalui studi literatur, observasi lapangan, dan penyebaran kuesioner kepada responden ahli. Analisis dilakukan melalui pembobotan AHP, pemeringkatan menggunakan PROMETHEE II, serta analisis sensitivitas untuk menguji kestabilan hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vehicle Quality merupakan kriteria dengan bobot tertinggi sebesar 0,278, diikuti oleh MP Management sebesar 0,205 dan Cost sebesar 0,176. Berdasarkan hasil analisis PROMETHEE II, Option 2B (Pilot Line Log#2) memperoleh nilai net flow tertinggi sebesar 0,318, sehingga dipilih sebagai alternatif terbaik. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan bobot kriteria Vehicle Quality hingga ±15% tidak mengubah urutan peringkat alternatif, yang mengindikasikan bahwa model pengambilan keputusan yang diusulkan memiliki tingkat kestabilan yang baik. Model yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pemilihan lokasi proyek manufaktur otomotif yang melibatkan berbagai kriteria secara sistematis dan objektif.

References

Altubaishe, B., & Desai, S. (2023). Multicriteria decision making in supply chain management using FMEA and hybrid AHP-PROMETHEE algorithms. Sensors, 23(8), 4041. https://doi.org/10.3390/s23084041

Amiri, M. P. (2010). Project selection for oil-fields development by using the AHP and fuzzy TOPSIS. Expert Systems with Applications, 37(9), 6218–6224. https://doi.org/10.1016/j.eswa.2010.02.103

Bogdoll, D., Karsch, L., Amritzer, J., & Zöllner, J. M. (2023). On the impact of replacing private cars with autonomous shuttles: An agent-based approach. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2311.14118

Cheng, Y., Yao, Z., & Wang, X. (2023). Differential game analysis for cooperation models in automotive supply chain under low-carbon emission reduction policies. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2306.07211

Ciptomulyono, U. (2024). Pengambilan keputusan multi kriteria: Konsep, teori, dan aplikasi. ITS Press.

Dağdeviren, M. (2008). Decision making in equipment selection: An integrated approach with AHP and PROMETHEE. Journal of Intelligent Manufacturing, 19(4), 397–406. https://doi.org/10.1007/s10845-008-0091-7

Deng, Y., & Ma, M. (2024). China's plug-in hybrid electric vehicles transition: An operational carbon perspective. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2405.07308

Greco, S., Ehrgott, M., & Figueira, J. R. (2016). Multiple criteria decision analysis: State of the art surveys. Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4939-3094-4

Macharis, C., Springael, J., De Brucker, K., & Verbeke, A. (2004). PROMETHEE and AHP: The design of operational synergies in multicriteria analysis. European Journal of Operational Research, 153(2), 307–317. https://doi.org/10.1016/S0377-2217(03)00192-5

Peko, I., Mlinarić, T. J., & Kovačević, M. S. (2018). Application of AHP and PROMETHEE methods in logistics and transport decision-making. Pomorstvo, 32(2), 312–321.

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the analytic hierarchy process. International Journal of Services Sciences, 1(1), 83–98. https://doi.org/10.1504/IJSSCI.2008.017590

Shukor, S. A., Newaz, M. S., Rahman, M. K., & Taha, Z. (2018). Sustainable manufacturing practices in the automotive industry: A review. International Journal of Engineering & Technology, 7(4), 938–944.

Vitta, S. (2021). Electric cars, assessment of green nature vis-à-vis conventional fuel driven cars. arXiv. https://doi.org/10.48550/arXiv.2104.14287

Wang, X., Li, Y., Zhang, H., & Liu, Z. (2022). Carbon efficiency evaluation and optimization in automotive manufacturing systems. Journal of Cleaner Production, 350, 131463.

Więckowski, J. (2023). Sensitivity analysis in multi-criteria decision-making: A review of robustness assessment methods. Expert Systems with Applications, 225, 120108.

Published

2026-08-07

How to Cite

Faridzky Adhi Baskara, & Udisubakti Ciptomulyono. (2026). Multi Criteria Decision Making (MCDM) untuk Pemilihan Alternatif Proyek Skema SKD: Studi Kasus Perusahaan Manufaktur di Indonesia . Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 7(6), 1935–1951. https://doi.org/10.38035/jimt.v7i6.9517