Kearifan Lokal Nama Keramat (Ngara Katto) dalam tradisi Wewewa di Sumba dan Dampak Sosial Penyebutannya di Lingkungan Sekolah

Authors

  • Paulus Mikku Ate Universitas Stella Maris Sumba, Sumba, Indonesia
  • Maria Wilda Malo Universitas Stella Maris Sumba, Sumba, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i4.6619

Keywords:

Dampak Sosial, Kearifan Lokal, Lingkungan Sekolah, Nama Keramat, Tradisi Wewewa

Abstract

Penelitian ini mengangkat tema Kearifan Lokal Nama Keramat (Ngara Katto) dalam tradisi Wewewa di Sumba dan Dampak Sosial Penyebutannya di Lingkungan Sekolah. Pemberian nama pada seorang anak berdasarkan nama salah seorang leluhur menurut garis keturunan ayah (patrilineal). Nama diberikan melalui ritual adat marapu. Nama keramat adalah nama yang menyertai nama diri, namun dipandang tabu untuk disebutkan pada tempat yang kurang tepat. Persoalan sering timbul bila nama keramat ini dijadikan panggilan atau candaan di lingkungan sosial, termasuk lingkungan sekolah. Penyebutan nama keramat berpotensi membawa konflik yang serius baik konflik vertikal yaitu kemarahan leluhur yang mendatangkan tulah berupa penyakit, malapetaka, maupun konflik horizontal berupa ketersinggungan yang membawa perselisihan atau perkelahian dengan sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kearifan lokal nama keramat (ngara katto) dalam masyarakat Wewewa dan dampak penyebutannya di sekolah. Metode yang digunakan adalah metode etnografi dengan pendekatan kualitatif. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Adapun hasil penelitian ini adalah (1) Penamaan anak menunjukkan persembahan hidup dan penyerahan diri kepada Tuhan. Anak memakai nama tersebut secara sah/resmi menurut adat dan tradisi, (2) Nama menunjukkan kesinambungan garis keturunan, (3) Masyarakat Wewewa sangat menghargai kesakralan sebuah nama, (4) Perlu taat pada nilai-nilai kebaikan dan ketidaktaatan pada aturan adalah salah (5) Nama keramat atau nama yang ”ditabukan” tidak disebutkan secara sembarangan. Konflik atau kekerasan bisa terjadi di sekolah jika nama keramat disebutkan secara sembarangan.

References

Amah, Y. N. T., & Firdausi, F. U. (2023). Kearifan Lokal Sumba Timur Dalam Tradisi Cium Hiung (Papuduk) Sebagai Sumber Media Pembelajaran Sosiologi Di SMA Negeri 1 Nggaha Ori Angu. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(14), 742–750. https://doi.org/https://doi.org/10.5281/zenodo.8186984

Andriani, L. (2025). Lingkungan Sekolah Pengaruhnya terhadap Hasil Belajar. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(1), 1051–1064. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp

Bandur, A. (2014). Penelitian Kualitatif; metodologi, desain, dan teknik analisis data dengan NVivo 10. Mitra Wacana Media.

Chaiphar, W., Promsaka Na Sakolnakorn, T., & Naipinit, A. (2013). Local Wisdom in the Environmental Management of a Community: Analysis of Local Knowledge in Tha Pong Village, Thailand. Journal of Sustainable Development, 6(8), 16–25. https://doi.org/10.5539/jsd.v6n8p16

Deutsch, M., & Editors, P. T. C. E. C. M. (2011). The Handbook of Conflict Resolution Theory and Practice Second Edition. Conflict, Interdependence, and Justice, 95–118.

Endah Tri Priyatni, Suryani, A. W., Fachrunnisa, R., Supriyanto, A., & Zakaria, I. (2020). Pemanfaatan NVIVO dalam Penelitian-Kualitatif. LPPM Universitas Negeri Malang.

Illiyyina, A., Mar, I., & Hasanah, N. (2023). Resolusi Konflik Sosial Antar Siswa Kelas V Dengan Pandangan Karl Marx di SDN Langkap 02 Jember. 3(3).

Junaiyah HM. (2009). Penulisan Nama Diri dan Nama Jenis dalam Produk Hukum Indonesia. Jurnal Legislasi Indonesia, 6(4), 683–694.

Konradus Doni Kelen; Silvester Nusa. (2024). Kearifan Lokal yang Responsif Gender dalam Legenda Asal Mula Tanaman Padi di Sumba. JUrnal Ideas; Pendidikan, Sosial, Dan Budaya, 10(1), 1007–1016. https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1936

Laia, S., & Zagoto, S. F. L. (2023). Hubungan Kondisi Lingkungan Sekolah Dengan Aktivitas Belajar Siswa Di SMP Negeri 1 Onolalu. Counseling For All (Jurnal Bimbingan Dan Konseling), 2(2), 52–64. https://doi.org/10.57094/jubikon.v2i2.695

Lika, F. A. R., Supratno, H., & Suyatno. (2021). Kearifan Lokal dalam Cerita Rakyat Sumba Timur. Jurnal Education and Development, 9(1), 294–299.

Mahendra, A., Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Metode Etnografi Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(September), 159–170. https://doi.org/DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.13853562

Micky, P. (2017). Metodologi Penelitian (Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif) (B. Ate (ed.)). Urrrata Publishing.

Mohammad Fajar Shodiq, D. D. (2025). Pengaruh Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa. IHSANIKA, 3(1), 292–303.

Muthmainnah, B. (2019). Pola Konflik Antar Pelajar di SMP Negeri 24 Makassar. Jurnal Sosialisasi Pendidikan Sosiologi-FIS UNM, 1–5. https://ojs.unm.ac.id/sosialisasi/article/download/2342/1197

Onyinyechi, O. H., & Wichendu, C. O. (2021). School Conflicts: Causes and Management Strategies in Classroom Relationships. International Journal of Institutional Leadership, Policy and Management Volume 3, Issue 3, Pp. 412-429. 2021 ISSN: 2735-9220, 3(3), 412–428.

Paulus MikkuAte. (2024). Fenomena Tamo dan Maknanya dalam Penamaan Anak Dalam Masyarakat Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, NTT. Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 3(6), 819–822.

Purwadi Soeriadiredja. (2013). Marapu: Konstruksi Identitas Budaya Orang Sumba, NTT. Antropologi Indonesia; Indonesian Journal of Social and Cultural Anthropology, 34, 59–74.

Rummar, M. (2022). Kearifan Lokal dan Penerapannya di Sekolah. Syntax Tranformation, 3(12), 1580–1588.

Saputra, F., Maemun, H. F., Oktian, N. A. R., & Pertiwi, Y. W. (2024). Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Perilaku Tawuran Pada Siswa SMK di Kota Bekasi. Jurnal Psikologi, 1(4), 16. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2807

Sene, M., Wandut, W. K., & Nukango, A. J. (2021). Praktik Kepercayaan Marapu Yang Masih Dilaksanakan Oleh Umat Katolik Di Paroki Hati Kudus Yesus Weekombaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Atma Reksa: Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 1–20.

Tejawati, N. L. P., Pramartha, I. N. B., & Pasa, Y. P. (2023). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Tradisi Pasola Di Desa Pero Batang Kecamatan Kodi Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Nirwasita, 4(2), 142–152.

Wijaya, H. (2014). Analisis Data Kualitatif Model Spradley (Etnografi). Sekolah Tinggi Theologia Jafray, 1–9.

Windiani, & Nurul, F. (2016). Menggunakan Metode Etnografi dalam Penelitian Sosial. Dimensi, 9(2), 87–92.

Zakiyah, S., & Tasikrara, L. (2022). Contribution of Local Wisdom Values to Education. International Journal Social Sciences and Education (IJoSSE), 3(2), 37–48.

Downloads

Published

2026-06-27

How to Cite

Ate, P. M., & Malo, M. W. (2026). Kearifan Lokal Nama Keramat (Ngara Katto) dalam tradisi Wewewa di Sumba dan Dampak Sosial Penyebutannya di Lingkungan Sekolah. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(4), 3112–3122. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i4.6619