Implementasi Sistem Presensi Digital Terintegrasi Untuk Peningkatan Akuntabilitas Kinerja ASN (Studi Lingkungan Kerja di Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar)

Authors

  • Eli Darni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bangkinang, Bangkinang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i4.8494

Keywords:

Presensi Digital, Akuntabilitas Kinerja, ASN, Implementasi Kebijakan, Disiplin Kerja

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi sistem presensi digital terintegrasi dalam meningkatkan akuntabilitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan kerja Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III yang terdiri dari komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem presensi digital terintegrasi mampu meningkatkan disiplin dan akuntabilitas ASN melalui pencatatan kehadiran secara real-time, transparan, dan terintegrasi dengan sistem penilaian kinerja. Sistem ini juga membantu mengurangi praktik manipulasi absensi dan mempermudah proses monitoring oleh pimpinan. Namun demikian, implementasi masih menghadapi beberapa hambatan seperti keterbatasan jaringan internet, rendahnya literasi digital sebagian pegawai, serta keterbatasan fasilitas pendukung di beberapa unit kerja. Secara umum, implementasi sistem presensi digital telah berjalan cukup baik dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan akuntabilitas kinerja ASN di Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar.

References

Anong, N. A. A. (2020). Efektivitas penerapan absensi finger print terhadap disiplin pegawai di Kantor Kecamatan Sorawolio Kota Baubau. Jurnal Studi Ilmu Pemerintahan, 8–15. Apjii.or.id. (2024, Maret 31). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-jutaorang

Arifin, M., & Widiyarta, A. (2021). Efektifitas absensi online dalam disiplin kerja di Kantor Imigrasi Khusus TPI Surabaya saat pandemi Covid-19. Sawala: Jurnal Administrasi Negara, 9(1), 35–57.

Aryani, D., Ihsan, M. N., dkk. (2017). Prototype sistem absensi dengan metode face recognition berbasis Arduino pada SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang.

Cerrato, E. G. III. (1980). Implementing public policy. Congressional Quarterly Press.

Dalimunthe, N. W. (2022). Efektivitas penerapan absensi online dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai negeri sipil di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara [Skripsi, Universitas Medan Area]. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang. (n.d.). Journal of Public Policy and Management Review, 770–781.

Edward III, G. C. (2020). Implementing public policy. Washington, DC: Congressional Quarterly Press.

Firdawati. (2021). Efektivitas penerapan absensi finger print dalam meningkatkan disiplin pegawai di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gowa [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar].

Gandhi, M. A. (2017). Penerapan absensi finger print dalam mendisiplinkan kerja pegawai di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Sekolah Menengah Teknik Industri (SMTI) Bandar Lampung [Skripsi, UIN Raden Intan Lampung].

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., dkk. (1996). Organisasi: Perilaku, struktur dan proses. Jakarta: Binapura Aksara.

Hardiawan, A. (2015). Efektivitas program pembinaan Dinas Sosial pada wanita pekerja seks di Kota Cilegon [Skripsi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa].

Indrajit, R. E. (2004). Electronic government: Strategi pembangunan sistem pelayanan publik berbasis teknologi digital. Yogyakarta:

Islamy, I. Andi., (2009). Prinsip-prinsip perumusan kebijaksanaan negara. Jakarta: Bumi Aksara.

Kharisma, D., & Yuningsih, T. (2017). Efektivitas organisasi dalam penyelenggaraan pelayanan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Lyani, A. (2022). Efektivitas program Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam meningkatkan akuntabilitas dana punia pada Pura Dang Kyangan Petitenget [Skripsi, Universitas Udayana].

Mardiasmo. (2017). Akuntansi sektor publik (Edisi IV). Yogyakarta: Andi.

Moleong, L. J. (2010). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Rosdakarya.

Muhammad, A. F., Nofal, S., & Putera, A. (2023). The implementation of fingerprint absence and online absence in improving work discipline. Journal Unknown, 12(1), 255–264.

Napitulu, D. M. R. (2020). E-government: Implementasi, strategi dan inovasi. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Nogi, H., dkk. (2008). Kebijakan dan manajemen otonomi daerah. Yogyakarta: Lukman Offset. Parawu, H. E. (2020). Efektivitas pemanfaatan electronic government guna meningkatkan kedisiplinan Pasolong, H. (2010). Teori administrasi publik. Bandung: Alfabeta. pegawai Badan Usaha Milik Negara. Journal Publicuho, 311–330.

Sedarmayanti. (2010). Manajemen sumber daya manusia reformasi birokrasi dan manajemen pegawai negeri sipil. Bandung: PT Refika Aditama.

Septiah, N., dkk. (2022). Efektivitas penggunaan face print dalam disiplin kerja aparatur sipil negara di Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir. Rama Repository.

Sugeng. (2016). Metode penelitian komunikasi kualitatif. Malang: Intrans Publishing.

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Yogyakarta: CV Alfabeta.

Suharno. (2008). Prinsip-prinsip dasar kebijakan publik. Yogyakarta: UNY Press. Syafitri, U.,

Tarigan, U., dkk. (2020). The effectiveness of finger print attendance implementation in Meda Plantation Education Institution. Journal Publicuho, 19–26.

Tangkilisan, H. N. (2005). Manajemen publik. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-18

How to Cite

Darni, E. (2026). Implementasi Sistem Presensi Digital Terintegrasi Untuk Peningkatan Akuntabilitas Kinerja ASN (Studi Lingkungan Kerja di Kecamatan Rumbio Jaya Kabupaten Kampar). Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(4), 2946–2953. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i4.8494