Pengaruh Struktur Akad, Distribusi Risiko, dan Asimetri Informasi terhadap Potensi Gharar dalam P2P Lending Syariah

Authors

  • Khoirun Nisa Institut Binamadani Indonesia, Tangerang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i5.9438

Keywords:

Struktur Akad, Distribusi Risiko, Asimetri Informasi, Potensi Gharar, P2P Lending Syariah

Abstract

Perkembangan transformasi digital pada sektor keuangan mendorong munculnya inovasi layanan pembiayaan berbasis prinsip syariah, salah satunya adalah platform Peer-to-Peer (P2P) Lending Syariah. Model pembiayaan ini memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan sekaligus mendukung inklusi keuangan nasional. Namun, praktik pembiayaan digital juga menghadirkan tantangan dalam menjaga kepatuhan syariah, terutama terkait potensi gharar pada transaksi daring. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh Struktur Akad, Distribusi Risiko, dan Asimetri Informasi terhadap Potensi Gharar dalam P2P Lending Syariah, sekaligus merumuskan hipotesis bagi penelitian empiris selanjutnya. Kajian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) melalui penelaahan jurnal ilmiah, buku, serta fatwa dan regulasi terkait, termasuk Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018, POJK No. 40 Tahun 2024 tentang LPBBTI, UU No. 4 Tahun 2023 Tentang PPSK, KHES, dan KUH Perdata. Hasil kajian menunjukkan bahwa Struktur Akad dan Distribusi Risiko berpengaruh negatif terhadap Potensi Gharar, sedangkan Asimetri Informasi berpengaruh positif. Temuan ini melahirkan model konseptual yang menempatkan ketiga variabel tersebut sebagai determinan utama Potensi Gharar, sekaligus menjadi fondasi bagi pengembangan penelitian empiris selanjutnya serta rujukan bagi penguatan tata kelola dan regulasi P2P Lending Syariah.

References

Adi Nur Rohman. (2023). Fintech Lending Syariah (Eksistensi dan Urgensi Pengaturannya di Indonesia). Penerbit Litnus. https://penerbitlitnus.co.id/product/fintech-lending-syariah-eksistensi-dan-urgensi-pengaturannya-di-indonesia/

Akerlof, G. A. (1970). The Market for ‘Lemons’: Quality Uncertainty and the Market Mechanism. The Quarterly Journal of Economics, 84(3), 488. https://doi.org/10.2307/1879431

Ali, H., & Limakrisna, N. (2019). Metodologi Penelitian: Petunjuk Praktis untuk Pemecahan Masalah Bisnis, Penyusunan Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Deepublish. https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/206789/metodologi-penelitian-petunjuk-praktis-untuk-pemecahan-masalah-bisnis-penyusunan-skripsi-tesis-dan-disertasi.html

Alwi, A. B. (2020). Pembiayaan Berbasis Teknologi Informasi (Fintech) yang Berdasarkan Syariah. https://doi.org/10.15642/alqanun.2018.21.2.255-271

Ambarsari, D. (2023). Manajemen Risiko Fintech Peer to Peer Lending pada PT Dana Syariah Indonesia Perspektif Hukum Ekonomi Syariah [Master’s Thesis]. UIN Raden Intan Lampung.

Andrian, S. F. L., Munawir, L. O., & Yusuf, M. (2023). Peranan Financial Technology dalam Mengubah Lanskap Perbankan Modern di Indonesia. https://doi.org/10.54297/surel.v5i1.37

Antonio, M. S. (2001). Bank syariah: Dari teori ke praktik. Gema Insani.

Anwar, A. F., Riyanti, N., & Alim, Z. (2020). Pinjaman Online dalam Perspektif Fikih Muamalah dan Analisis Fatwa DSN-MUI No.117/2018.

Ardiansyah, J., & Yazid, M. (2025). Model Mitigasi Risiko Likuiditas pada Fintech Syariah P2P Lending. LITERA.

Arvianto, G., Cortez, M. B., Widyastuti, V. R., & Ilmada, Z. (2021). Analisis akad-akad dalam fintech P2P lending syariah di Indonesia. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 5(1), 183–196. https://doi.org/10.22515/academica.v5i1.4116

Aulia, A., & Ulfa, M. A. (2024). Fintech P2P Lending: The Phenomenon of the Digital Financial Industry. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 8(2). https://doi.org/10.26618/j-hes.v8i2.16021

Azhara, C. A. & et al. (2025). Kajian Hukum Islam terhadap Teknologi Finansial Modern. https://doi.org/10.51590/salsabil.v1i2.40

Gani, A. A. (2023). Perkembangan Fintech Syariah dan Regulasi Hukum. https://doi.org/10.15575/aksy.v5i1.26428

Iqbal, Z., & Mirakhor, A. (2011). An Introduction to Islamic Finance: Theory and Practice. John Wiley & Sons.

Iskandar, E., Ayumiati, & Katrin, N. (2020). Analisis Prosedur Pembiayaan dan Manajemen Risiko pada PT Ammana Fintek Syariah.

Kitchenham, B., Pearl Brereton, O., Budgen, D., Turner, M., Bailey, J., & Linkman, S. (2009). Systematic literature reviews in software engineering – A systematic literature review. Information and Software Technology, Special Section - Most Cited Articles in 2002 and Regular Research Papers, 51(1), 7–15. https://doi.org/10.1016/j.infsof.2008.09.009

Latifah, L. (2025). Regulatory and Ethical Duality in Indonesia’s Fintech P2P Lending. https://doi.org/10.30762/al-muhasib.v5i1.2344

Marlina, A. S., & Fatwa, N. (2021). Fintech Syariah sebagai Faktor Pendorong Peningkatan Inklusivitas UMKM. https://doi.org/10.25299/jtb.2021.vol4(2).7804

Martinelli, I. (2021). Menilik Financial Technology dalam Bidang Perbankan yang Dapat Merugikan Konsumen. https://doi.org/10.53695/js.v2i1.353

Muhammad, R., & Nissa, I. K. (2020). Analisis Risiko Pembiayaan dan Resolusi Syariah pada Peer-to-Peer Financing.

Nisa, K. (2026). Syar’i: Jurnal Pemikiran Ekonomi Reposisi Hak Pemberi Dana (Lender) dalam Praktik Peer to Peer (P2P) Lending Syariah Akibat Wanprestasi Perspektif Fikih Muamalah. Syar Ie Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam, 9(1), 42–56. https://doi.org/10.51476/syarie.v9i1.938

Nukuhaly, J., & Kalauw, P. R. (2026). Financial Technology Peer-to-Peer Lending Berbasis Syariah: Tinjauan Hukum dan Regulasi di Indonesia. Syaddudz Dzari’ah, 4(1), 53–65.

Okta, O., Wira, A., & Duhriah. (2025). Unsur Riba dan Gharar dalam Peer-to-Peer Lending. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 11(6). https://doi.org/10.29040/jiei.v11i06.18393

Pratitis, S. A., Yuslem, N., & Zen, A. (2026). Larangan Riba dan Gharar dalam Perspektif Al-Qur’an dan Maqasid Al-Syariah. 4(1).

Putri, D. F. & Zuraidah. (2022). Analisis Manajemen Risiko Pembiayaan Peer to Peer Lending Fintech Syariah (Studi Kasus PT Alami Syariah).

Qur’anisa, Z. & others. (2024). Peran Fintech dalam Meningkatkan Akses Keuangan di Era Digital. https://doi.org/10.56910/gemilang.v4i3.1573

Rahmad Safitri & Dessy Asnita. (2023). ANALISIS HUKUM SYARIAH TERHADAP BISNIS FINTECH PEER-TO-PEER LENDING MENURUT PANDANGAN ISLAM. AL - BAY’ : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(1). https://doi.org/10.32505/albay.v2i1.5886

Regita, R. (2025). Problematika Pengawasan Kesyariahan Peer-to-Peer Fintech Syariah: Analisis POJK Nomor 10/POJK.05/2022 dan Peran DSN MUI. Al-Muamalat Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 10(1), 130–145. https://doi.org/10.32505/muamalat.v10i1.10941

Salsabila, Y., & Putri, J. (2025). Fintech P2P Lending dalam Pandangan Islam. Equivalent, 3(2), 729–743. https://doi.org/10.61994/equivalent.v3i2.1104

Suhendar, H., & Diniyanto, A. (2020). Perkembangan Financial Technology (Fintech) Lending Syariah: Tinjauan terhadap Konsep, Pengawasan dan Regulasi. https://doi.org/10.24252/el-iqthisadi.v2i2.16213

Triyuwono;, I. (2006). Akuntansi Syariah, Perspektif, Metodologi, dan Teori—Iwan Triyuwono. Rajagrafindo Persada. https://rajagrafindo.co.id/produk/akuntansi-syariah/

Umah, L. W. & others. (2026). Perkembangan dan Tantangan P2P Lending Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan Digital. https://doi.org/10.62017/syariah.v3i3.7199

Wahbah Az-Zuhaili; Abdul Hayyie al-Kattani, dkk; (2011). FIQIH ISLAM WA ADILLATUHU ( Terjemah, Jil. 5 ) / Pengantar ilmu fiqih, tokoh-tokoh madzhab fiqih niat, thaharah. GEMA INSANI PRESS. (Jakarta). //digilib.alfithrah.ac.id/index.php?p=show_detail&id=4648&keywords=

Zubaidi, A. (2022). Application of Qordh, Ijarah and Wakalah Bil Ujrah in Aqad Financing on Financial Technology. Al-Risalah, 13(1), 1–15. https://doi.org/10.34005/alrisalah.v13i1.1716

Downloads

Published

2026-08-20

How to Cite

Nisa, K. (2026). Pengaruh Struktur Akad, Distribusi Risiko, dan Asimetri Informasi terhadap Potensi Gharar dalam P2P Lending Syariah. Jurnal Manajemen Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 7(5), 3679–3696. https://doi.org/10.38035/jmpis.v7i5.9438